Wartaadhyaksanews,BATANG KUIS – Sejumlah pedagang di Pajak Pagi Batang Kuis mengaku resah atas dugaan praktik kutipan liar yang dilakukan oleh oknum yang mengatasnamakan organisasi kepemudaan (OKP).
Dugaan pungutan tersebut disebut-sebut dilakukan oleh dua orang berinisial MS alias Boncel dan AA alias Begok.
Menurut keterangan sejumlah pedagang, oknum tersebut diduga meminta sejumlah uang dengan dalih keamanan dan atribut organisasi tertentu.
Praktik tersebut dinilai semakin meresahkan karena terjadi di bulan suci Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, di mana para pedagang sedang berupaya meningkatkan pendapatan untuk kebutuhan keluarga.
Beberapa pedagang menyebutkan bahwa cara yang digunakan terkesan arogan dan menekan, sehingga menimbulkan ketakutan serta ketidaknyamanan dalam beraktivitas.
Para pedagang berharap pihak Kepolisian serta instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan penertiban dan penegakan hukum secara tegas apabila ditemukan unsur pelanggaran. Mereka meminta agar aparat mengamankan pihak-pihak yang terbukti melakukan praktik yang merugikan masyarakat kecil.
Masyarakat menilai bahwa momentum Ramadhan seharusnya menjadi waktu untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kondusivitas wilayah, bukan justru dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi yang merugikan pedagang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang disebutkan. Aparat penegak hukum diharapkan dapat segera melakukan klarifikasi dan langkah konkret demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif di Batang Kuis.***


















